Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghindari Penipuan Yang Mengatasnamakan Perbankan

Tidak bisa dipungkiri bahwa di era yang semakin maju ini, segala urusan telah dipermudah baik untuk urusan - urusan perbankan. tidak seperti beberapa tahun lalu dimana jika kita ingin membuka rekening bank maka kita harus antri terlebih dahulu dan tentunya ini sangat memakan waktu. Dengan segala kecanggihan Internet, kini membuka rekening tidak perlu lagi harus ke kantor, bahkan pembuata rekening beserta dengan ATM sudah sangat mudah, hanya membutuhkan beberapa menit dan rekening langsung bisa diterbitkan dan yang lebih praktis lagi ATM labgsung dikirmkan ke alamat nasabah tanpa ada biaya tambahan, dengan kata lain dalam pembukaan rekening dan ATM semuanya gratis.

Namun bukan Internet namanya kalau tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab dalam segalah kepraktisannya, tercatat ada banyak sekali keluhan yang di alami beberapa nasabah yaitu hilangnya sejumlah uang di rekening mereka secara tiba - tiba, tentunya ini sangat merugikan nasabah itu sendiri, sebab hilangnya sejumlah uang dalam suatu rekening terjadi karena beberapa faktor seperti ada biaya bulanan atau kesalahan sistem, namun jika memang kesalahan sistem perbangkan maka uang bisa di kembalikan ke rekening namun jika hilangnya uang dalam jumlah besar tanpa diketahui nasabah, bisa jadi nasabah tersebut telah mengalami penipuan yang mengatasnamakan Bank itu sendiri.

Menghindari Penipuan Perbankan

1. Cara Menghindari Penipuan Online 

Berbicara tentang Perbankan, tentunya kita tahu bahwa pihak bank sudah menyimpan semua data - data kita, baik data pribadi maupun semua transaksi yang kita lakukan, data tersebut tidak mungkin bocor ke publik sehingga semua data kita aman terjaga di perbankan, namun yang jadi pertanyaannya adalah mengapa masih banyak saja nasabah yang tertipu? 

a. Jangan Memberikan Kode OTP

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pihak bank telah menyimpan semua data - data kita secara aman. salah satu trik yang sering digunakan oleh penipu adalah dengan meminta kode OTP, jenis penipuan seperti ini biasanya pihak penipu menghubungi nasabah untuk memberitahu bahwa nomor rekening nasabah akan segera terblokir dan agar bisa di perpanjang maka nasabah tersebut diminta untuk memasukan kode OTP yang dikirimkan ke nomor hp yang didaftarkan, dengan begitu maka akun nasabah tersebut akan diperpanjang. Ingat bahwa pihak bank sudah menyimpan data - data kita sehingga mereka tidak perlu lagi menghubungi nasabah untuk memberitahu jika rekening dari nasabah tersebut akan dibekukan, semua informasi akan dikirimkan ke aplikasi perbankan milik nasabah itu sendiri. Pada saat mendaftar pihak bank sudah memberitahu untuk tidak memberitahukan PIN maupun Kode OTP kepada siapapun bahkan mereka mengatakan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data pribadi dari nasabah mereka.

b. Jangan Memberikan Nomor Kartu Kredit/Debit/VISA dan CVV

Biasanya penipu ini menginformasikan kepada nasabah bahwa nasabah tersebut memenangkan sebuah undian dengan hadiah uang tunai yang akan langsung dikirimkan ke rekening nasabah tertsebut, nah untuk mengkonfirmasi kebenaran data dari nasabah tersebut, maka penipu yang berpura - pura sebagai CS dari Bank tersebut meminta nomor Kartu Kredit, Debit,VISA beserta Nomor CVV untuk pencocokan. jika kalian mengalami yang seperti ini, bisa dipastikan kalian sedang dalam percobaan penipuan, sekali lagi pihak bank tidak pernah meminta data pribadi maupun data dari kartu nasabah.

c. Ganti PIN Secara Berkala

Cara ini selalu diingatkan oleh perbankan dimanapun. dengan mengganti PIN secara berkala maka ATM kalian akan selalu aman. disarankan juga untuk tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti 1234 ataupun tanggal lahir kalian. buatlah PIN yang akan susah ditebak namun bisa secara gampang kalian ingat, jika perlu tulis di sebuah catatan dan pastikan catatan tersebut aman dari siapapun.

Amankan data Perbankan

d. Jangan Percaya Tentang Menang Undian Atau Sejenisnya

Dalam perbankan jika ada nasabah yang mendapatkan reward maka akan diumumkan secara resmi baik dari aplikasi perbankan itu sendiri bahkan semua nasabah dari bank tersebut akan mengetahui bahwa anda mendapat reward, tujuannya agar nasabah lebih rajin lagi meningkatkan transaksinya, jika kalian mendapat sebuah pemberitahuan lewat email untuk mengklik sebuah link atau tautan, lebih baik abaikan saja karena jelas - jelas itu sebuah penipuan. ingat bahwa perbankan tidak pernah mengirim email menggunakan layanan email seperti yahoo, hotmail, gmail dan lainnya. jika demikian maka lebih baik langsung tanyakan ke pihak bank yang bersangkutan agar mendapatkan informasi lebih lanjut.

Demikian beberapa tips untuk menghindari penipuan online yang mengatasnamakan pihak Perbankan, jika artikel ini bermanfaat, silahkan di share agar banyak yang terhindar dari percobaan penipuan.

Posting Komentar untuk "Menghindari Penipuan Yang Mengatasnamakan Perbankan"